FINE WINE at 9

August 10, 2021
admin

“FINE WINE at 9” – Bob “Sick” Yudhita – Cahyo Basuki “Yopi” – S. Teddy D. – Tohjaya Tono – Ugo Untoro – Yustony Volunteero

Foreword from MDTL

Siapabisamelewatkanini??
Bob “sick” Yudhita, CahyoBasuki “yopi”, S. Teddy .D, TohjayaTono, UgoUntoro, danYustonyVolunteeroberkumpuldanberkaryabersamaselamasatuminggu di saturuang yang bukanmerupakan studio salahsatudarimereka….dankemudianberpameran di ruang yang sama.. FINE WINE at 9…
Berkaryadanberpameransecara natural, liar dantanpatendensiapa-apa…pastiakanmenghasilkansesuatu yang berbedadaripameran-pameran “mapan” yang sudahbiasamerekaikuti. Tentutidakmudah, mencapaiwaktudankesempatanini. Di sela-selakesibukanmasing-masingdenganaktivitaskesenimanan-nya..mudah-mudahanselaluadakerinduanuntukberkaryadanberbagisepertiini…
Senisangatlah personal, bahwamasing-masingindividuartismemilihsendiriperaturandan parameter yang menuntunnya.Mudah-mudahandenganadanyapameranini..akanmemberibanyakmasukanpositifuntukteman-temansemua.
Selamatbuatseniman-senimanhebatini yang akhirnyabisaberpameranbersama.
SelamatMenikmati… it will be great exhibition!!
Love,
AditaAyu
[jeda]
Sekapursirih

Senibukanlahsekadarkeindahan yang secaraumumbanyakdisenangi, mudahdipahamidanmenyenangkan; diamencakupcantik, agung, indah, seimbang, menyegarkan, diperhatikan/diindahkan, berguna, kontras, bahkanmembuat shock.
Senimunculbukandalampengertianìartî modern saja, diatelahadasejakkeberadaanmanusia yang kalaitubersifattransenden yang manaantarakegiatansenidannon senitidakbisaterpisah. Segalagerakkegiatanadalahucapan rasa takutsekaligus rasa syukurterhadap Sang Pencipta.
Tetapisekarang yang kitapahamiadalahseni modern yang terlepasdarikebutuhanpraktisdanseniterlepasdaribahasaibu, karenamemangharusdipahamisebagaibahasaekspresiindividu yang lain ataskebiasaan, kecenderungan, danataukonsep yang ditawarkan.
Kami JurusanSeniRupaterbangundaripribadi-pribadi (mahasiswa) darilingkungan yang ìmemberontakî, merekadibentukdengansistemkekeluargaan, wajibdibericontohnyata; artinya kami parapengajaradalahjugapraktisi, perupa, dansekaligus orang tuaasuhdalamhalmenyemangatihinggamenunjukkankeberadaanwujuddarisemangat/ eksistensisemangatatasdasarpenerapanekspresidancarahidup, penerapantradisibersaingkritik demi kritik.
Begitulah kami membentuktidakhanyaberkutatteori, pengajarantext book, dandibaliklayarbelakakarenabagaimanapun kami (pengajardanmahasiswa) berkutatpadadisiplinkekreativitasan yang sama, bekerja/ berkaryaterusmenerus, semuaditopangolehakarpondasikejujuran, kelugasan, dankerelaan.
Dasarakar di atas yang membentuktermasukmemperkenalkanperupa-perupaberlatarbelakang spirit yang tidakjauhberbedadengan kami, merekatelahmampuìhidupîdenganprofesikesenimanannya, yaitu : Bob ìsickîYudhita, CahyoBasukiìyopiî, S. Teddy D, TohjayaTono, UgoUntoro, danYustonyVolunteero. Baikmengenalkanakankekaryaan; senisketsa, gambar, mainan, objek, poor art, instalasi, patungdanlukisan. Diperkenalkanjugalatarbelakangkehidupan, gayadanstrategisurvivalnya yang kesemuaitudipertemukan di GaleriRakuti di kampusSekolahTinggiKesenianWilwatikta (STKW) Surabaya. MerekajugaberprosesseminggusebelumhariìHî, artist talk, dan face to face.
Tidakberlebihkiranyaakarpondasipengajaran yang nyata, dimana sang pengajaradalahjugacontohnyata/ panutandantauladan yang salingbekerjasamabersamamahasiswamembentukkepribadian yang dituangkanmelaluiekspresikekaryaan yang mandiri. Seniadalahekspresimendasar yang dibutuhkanmanusiabaikdalampengertianìartîdanataujugameliputiìseniî, diaakantumbuhsepertitanaman-tanaman liar di halamanrumahkita yang taksegantumbuhmencaricelahsinarmatahari, dimanahatiakantergetardantubuhmenjalankan/ mengutarakan yang meditatifhinggaberîmain-mainî; dengancatatanbergunauntukbertahanhidupsekaligusimanendantransenden. Kami akantumbuhdengan di manatangansatumenggapailangitsedang kaki kokohberpijak di bumi.
Drs. HandayadiM.Sn.
PengelolagaleriRakuti SR-STKW Sby
[jeda]
OBJEK SENI HANYALAH PERTANDA

Gejalaseragamnyabahasaungkapparapelukis (bukanseniman) tidaklahsebatas di petaJawaTimur, penyakititutelahmenjangkititiapdiripelukis yang hampirmerata se-Indonesia.Kemelencengansenidipengaruhiolehperorangan/lembagadenganberbagaisistemdanalatnya yang memangberusahaatautidaktahumenahusecarabenarterhadapseni yang seharusnyaberorientasikedepan.
Seniseringkehilanganrelevansikedepannyadisebabkanolehketertutupanperangkat-perangkatkonvensionalsepertikritikus, lembagakesenian (museum dangalleri) dankolektoritusendiri yang mengkotakkankekreatifandankekritisanhinggamenjadikansenisebagai art investment.Karenamemangselamaini (sesudahterjadinya boom) karyasenibisaditentukan/dipengaruhikekreatifitasnyaolehpemilik modal yang bersekongkoldengankritikusdanlembagakesenianmengembangkannilai di luarkesenianitusendiri. Para kritikus/kuratormengkotakkankesenianpadasistemtertutup (pantas di pajang/pantas di jual) yang diteruskanoleh media massa yang ikutandildalammenghentikansensibilitas.
PameranìFine Wine at 9î, merekaberenammempresentasikanbahwamasihmempercayaikalauseniadalah kata lain dariekspresi/bahasaungkap yang mengutarakankesensitifandansensibilitas. Merekatidakhanyaberhentipadaobjek/objektivasiseniitusendirisebagaihasilakhir, objek-objek yang ditampilkantidak lain adalahsebuahìpertandaîtidaklagimempersoalkanartistikatautidak.
Merekatidakmautundukhanyapada style tertentuapalagikepopuleran, merekamemilikiprofesianalitas yang merestorasisenikesenimandaripadapenjajauang.Senitelahdiselamatkandenganjalanmenggeserobjeksenikekonseppenciptaan yang berartimeluruhkankomodifikasi.Begitulahmengembalikanhaksenipadaseniman, sekaligussebagaipemeliharaannya.
hariprajitno
perupadanstafpengajarsr-stkw

Leave a comment